Senin, 23 November 2009

pola pemeliharaan engine bensin 4k

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi dan industri pada saat sekarang ini. Engine bukanlah hal yang istimewa lagi keberadaanya bagi kalangan masyarakat, sekarang manusia sudah menggunakan engine sebagai alat bantu yang populer untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang sangat sulit apabila dikerjakan oleh manusia, berbagai macam enggine yang digunakan oleh manusia untuk mempermudah pekerjaannya itu, seperti engine diesel dan engine bensin yang sangat populer sekali yang selama ini oleh kalangan kita banyak sekali digunakan untuk alat bantu tranportasi, baik itu tranportasi udara, darat dan laut.

Dari berbagai macam engine tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, seperti engine bensin, engine ini banyak digunakan untuk kendaraan-kendaraan ringan seperti sepeda motor, mobil-mobil mewah, mobil-mobil milik pribadi dan mobil lainnya yang digunakan untuk beban yang ringan dan sedang.

Seperti yang kita rasakan sekarang ini, Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan pembangunan di Indonesia banyak sekali terciptanya engine yang menggunakan bensin, baik iti engine yang menggunakan system injeksi maupun engine yang menggunakan system karburator. Dalam segi perawatan, Perawatan engine bensin lebih mudah bila dibandingkan dengan perawatan engine lainnya, karena system dari engine bensin ini sangat sederhana dan simple. Biyaya perawatannya pun sedikit lebih murrah bila dibandingkan dengan engine diesel.

Tetapi engine bensin pun sama dengan engine lainnya, enggin ini juga memerlukan perawatan khusus agar engine bias berjalan dengan lancer dan aman. Untuk itulah di politeknik khususnya mahasiswa jurusan teknik mesin dibekali pengetahuan mengenai engine bensin. Dalam perawatan dan over houl engine bensin yang dilakukan, engine yang digunakan adalah engine bensin jenis kijang 4 K.

B. Tujuan

Adapun tujuan penulis melakukan praktek enggine diesel ini adalah sebagai berikut :

a) sebagai salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah di politeknik unand pada semester VI.

b) Sebagai pembelajaran atau perkenalan mahasiswa terhadap enggine bensin yang banyak beredar dipasaran

c) Agar mahasiswa mengerti dan mengetahui cara pembongkaran dan pemasangan dari enggine bensin khususnya jenis engine kijang 4 K.

d) Agar mahasiswa mengerti bagai mana sistem kerja dari komponen-komponen yang ada pada enggine bensin tersebut.

e) Agar mahasiswa dapat menganalisa kerusakan yang terjadi pada enggine bensin tersebut.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian motor bakar

Motor bakar adalah suatu pesawat kalor yang merubah tenaga panas ke dalam bentuk tenaga mekanis. Perubahan tenaga ini bermula dari peristiwa pembakaran bahan bakar dalam suatu ruang untuk menimbulkan tenaga. Tenaga yang ditimbulkan dimanfaatkan untuk mendorong bagian yang bergerak, dengan satu sistem perubah arah gerak yang akhirnya didapatkan tenaga putar yang digunakan untuk sumber penggerak pesawat lainnya.

Penggolongan motor bakar :

  1. Menurut penggunaan bahan bakar :

- Motor bensin

- Motor minyak tanah

Motor gas

- Motor diesel

  1. Menurut langkah torak

- Motor 2 tak (langkah),

karena motor ini melakukan satu siklus kerja memerlukan 2 kali langkah piston.

- Motor 4 tak (langkah),

karena dalam siklus kerja diperlukan 4 langkah piston yaitu:

1. Langkah isap

2. Langkah kompresi

3. Langkah usaha

4. langkah buang

  1. menurut tujuan dan pemakaiannya

-motor kerja tunggal

-motor kerja ganda (apabila pada sisi kedua torak masing-masing terjadi pembakaran)

  1. menurut yang dikompresikan

- motor dengan kompresi udara

- motor dengan kompresi campuran udara dengan bahan bakar

  1. menurut tujuan dan pemakaiannya

-motor stasioner

-motor tidak stasioner (mobil)

2.2. Prinsip Kerja Motor 4 Tak yaitu :

  1. Langkah penghisapan

Torak bergerak dari TMA ke TMB, katup isap terbuka katup buang tertutup, campuran bahan bakar-udara mengalir melalui katup masuk karena isapan torak

otto_inTerlihat Seperti pada gambar:

gambar 2.1 Langkah hisap

  1. Langkah pemampatan (Kompresi)

otto_cmpTorak bergerak dari TMB ke TMA, semua katup tertutup, campuran bahan bakar-udara dimampatkan (dikompresikan) sehingga tekanan dan temperature meningkat.Tekanan kompresi berkisar antara 30-35 kg/cm2 dengan suhu sekitar 5808C.

Seperti pada gambar:

gambar 2.2. Langkah kompresi

  1. Langkah usaha

otto_pwrTorak bergerak dari TMA ke TMB, semua katup tertutup.pada saat tork melampaui TMA tekanan yang tinggi tersebut digunakan untuk mendorong torak kebawah dan memutar poros engkol, maka terjadilah kerja mekanik.

Terlihat Seperti gambar:

gambar 2.3. Langkah Usaha/Tenaga

  1. Langkah pembuangan

Otto_exhTorak bergerak dari TMB ke TMA, katup hisap tertutup dan katub buang terbuka, bahan bakar bekas didorong keluar melalui saluran buang.

Terlihat seperti gambar:

gambar 2.4. Langkah Pembuangan

berdasarkan proses kerja yang dijelaskan diatas dapat diketahui cirri khas motor bensin 4 tak sebagai berikut :

a) Dalam empat langkah torak hanya ada satu langkah expansi/kerja

b) Proses pembuangan dan pengisian dilakukan masing-masing dalam satu langkah torak

c) Setiap silinder minimal terdapat dua buah katup.

2.3. Komponen-komponen Engine Bensin

Secara garis besar komponen-komponen yang ada Pada engine bensin tergabung dalam beberapa sistem atau bagian yaitu :

  1. Bagian Utama (Sistem penggerak )
  2. Sistem Bahan Bakar
  3. Sistem Pelumasan
  4. Sistem Pendinginan

2.3.1 Bagian Utama (Sistem Penggerak)

a) Kepala Silinder (Cylinder Head)

Kepala silinder berfungsi sebagai penutup silinder dan merupakan dinding ruang bakar. Bentuk ruang bakar ada yang tirus, rata, lengkung atau bembung atau gabungan bentuk-bentuk tersebut. Oleh karena itu, pada kepala silinder dilengkapi lubang busi. Kepala silinder dibuat dari bahan besi tuang kelabu atau paduan alumunium.

Kepala silinder dipasang diatas blok silinder menggunakan baut pengikat dengan perantara packing (perpak) yang tahan terhadap panas. Diatas kepala silinder dilengkapi dengan penutup untuk melindungi komponen-komponen yang ada diatas kepala silinder dari kotoran dan mencegah tercecernya minyak pelumas. Kepala silinder sebagai tempat kedudukan dari busi, intake valve, exhaust valve, rocker arm, rocker shaft, camshaft dan lainnya.

b) Blok Silinder (Cylinder Blok)

Blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian utama motor dengan lubang silinder yang berdinding halus tempat torak bolak-balik. Selain itu, blok silinder merupakan dudukan komponen-komponen misalnya distributor, pompa bahan bakar, motor stater, pompa oli, crank shaft (poros engkol) dan alternator. Blok silinder dilengkapi dengan mantel-mantel air apabila mesin tersebut menggunakan pendingin air.

c) Torak ( Piston)

Torak bergerak dengan arah lurus (naik turun) untuk menghisap, mengkompresi bahan bakar dan membuang sisa pembakaran serta memindahkan tenaga panas pembakaran ke bentuk tenaga mekanis. Ttorak selalu berhubungan dengan tekanan dan panas pembakaran serta gesekan cincin torak sehingga torak dibuat dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Tahan tekanan tinggi

2. Tahan aus

3. Nilai muai kecil

4. Mudah mengalirkan panas

Konstruksi puncak torak kadang dibuat cekung, cembung tengah, cembung tepi dan lain-lain. Hal ini berhubungan dengan volume ruang bakar ataupun untuk keperluan pembilasan. Selain itu pada torak juga dilengkapi alur yang fungsinya untuk dudukan cincin torak.

Gambar 2.5 Torak

d) Pena Torak (Piston Pin)

Pena torak adalah untuk pegangan batang torak terhadap badan torak. Letaknya melintang terhadap garis bujur torak. Sedang untuk menghindari lepasnya pena digunakan pegas penahan.

Gambar 2.6 Pena torak

e) Batang Torak (Connecting Rood)

Bagian atas batang torak diikat dengan batang torak sedangkan bagian bawah diikat dengan pena engkol batang torak kebanyakan terbuat dari metal paduan keras.

Gambar 2.7 Batang torak

f) Poros Engkol (crank Shaft)

Poros engkol terletak didalam blok silinder. Berupa poros berlekuk yang dimatikan dengan pena engkol garis sumbu pena engkol merupakan titik eksentrisnya dari poros engkol. Untuk memperlicin sistim putarnya ditumpu dengan metal. Fungsi poros engkol itu sendiri adalah untuk meneruskan tenaga dari torak, dan mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar.

Gambar 2.8 Poros engkol

g) Roda Gila (Flaywheel)

Dipasang pada salah satu ujung poros engkol yang berguna untuk menyimpan tenaga selama motor tidak menghasilkan tenaga, dan untuk menyeimbangkan putaran dari mesin tersebut. Roda gila dilengkapi pula dengan lobang-lobang penyeimbang (balancer) yang berfungsi untuk menyeimbangkan putaran dari flaywheel tersebut



rt


Gambar 2.9 Roda gila

h) Katup- Katup

Terdiri dari katup hisap (Intake vavle) yang dipasang pasa saluran hisap dan katub buang (Exhaust Valve) yang dipasang pada saluran buang. Dari letak pemasangan katup ini maka katup hisap akan selalu berhubungan dengan bahan bakar baru sedangkan katup buang berhubungan dengan bahan bakar bekas. Bahan bakar baru mempunyai suhu yang rendah sedangkan bahah bakar bekas mempunyai suhu yang cukup tinggi akibat dari pembakaran. Dari peristiwa ini maka kedua katup dibuat dari bahan yang tidak sama. Katup hisap dibuat dengan unsur karbon, crom, mangan, nikel yang persentasenya di bawah katub buang. Sedangkan katup buang dibuat dengan persentase istimewa yaitu tahan panas tinggi. Fungsi katub adalah untuk mengatur jumlah pemasukan bahan bakar baru dan mengatur pengeluaran bahan bakar bekas.

15


Gambar 2.10 Valve

i) Saluran Masuk Dan Buang

Saluran masuk (intake manifold) merupakan tempat laluan dari muatan segar yang akan masuk kedalam silinder. Saluran buang (exhaust manifold)merupakan tempat laluan dari sisa gas hasil pembakaran. Saluran masuk ditempatkan diantara karburator dengan lubang katup masuk pada kepala silinder. Saluran buang ditempatkan diantara lubang katup buang dengan kenalpot.

2.3.1 Sistem Bahan Bakar

Campuran bahan bakar dan udara yang akan dinyalakan oleh busi didalam silinder diharapkan sudah bercampur dengan baik sehingga pembakaran dapat sempurna. Oleh karena itu system bahan bakar pada motor mempunyai peranan yang penting untuk memperoleh campuran yang baik.

a) Pompa bahan bakar

Tengki bensin yang letaknya lebih rendah dari karburator memerlukan pompa bahan bakar untuk menyalurkan bensin dari tanki ke karburator.

Gambar 2.11 pompa bahan bakar tipe kijang 4 k

b) Karburator

Fungsi dari karburator adalah mengatur pemasukan, pencampuran, dan pengabutan bensin kedalam arus udara sehingga diperoleh perbandingan campuran yang sesuai dengan keadaan beban dan kecepatan poros engkol. Campuran ini harus homogeny an perbandingannya sama untuk tiap-tiap silinder.

c) Saringan Udara

Saringan udara mempunyai peranan penting adlam system bahan bakar motor bensin. Udara pasti mengandung debu atau kotoran lain yang tidak boleh masuk kedalam karburator. Jika tidak menggunakan saringan udara akan timbul gangguan-gangguan karena debu dan kotoran itu masuk kedalam motor yang menyebabkan terganggunya pembakaran dan keausan pada karburator dan ruang bakar.

2.3.3 Sistem Pelumaasan

Sistem pelumas merupakan bagian yang penting pada mesin yang didalamnya terdapat komponen-komponen yang bergerak dan bergesekan. Oleh karena itu, pelumasan sangat diperlukan agar kontak langsung antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dapat dihindari.

System pelumasan ini berfungsi

1) Mencegah keausan

2) Mengurangi padas yang berlebihan (pendingin)

3) Mengurangi gesekan dan mencegah suara brisik yang ditimbulkan oleh dua permukaan yang saling bergesekan.

4) Mencegah terjadinya korosi

5) Membersihkan kotoran.

System pelumas harus dapat menjangkau semua bagian yang membuthkan pelumasan yang cukup sesuai dengan kerjanya. Bagian-bagian yang perlu mendapatkan pelumasan antara lain :

1) Dinding silinder, torak, cincin torak dan prna torak

2) Poros engkol beserta bantalannya

3) Poros nok dan bantalannya

4) Mekanisme katup

5) Rantai timing dan poros pompa.

a) Pompa Pelumas

Pompa minyak pelumas merupakan komponen penting dalam system pelumasan. Pompa minyak pelumas yang banyak digunakan pada kendaraan bermotor ada tiga macam, yaitu : jenis roda gigi, jenis sentrifugal (banyak digunakan di kendaraan 4 tak) dan jenis plunyer (banyak digunakan pada kendaraan 2 tak). Sedangkan untuk kendaraan jenis kijang 4 K menggunakan pompa jenis sentrifugal.

b) Pengatur Tekanan minyak Pelumas

Pada saat kecepatan mesin meningkat lebih tinggi tekanan minyak pelumas juga naik. Akibatnya, pompa akan menghasilkan oli yang berlebihan. Apabila kelebihan ini tidak diatur maka dapat menyebakan kebocoran oli dan kehilangan tenaga. Untuk mencegah hal ini pada pompa selalu dilengkapi katup pembocor (relief Valve) sebagai pengatur tekanan minyak pelumas agar tetap konstan tanpa terpengaruh oleh kecepatan putaran mesin.

c) Saringan Minyak Pelumas

Saringan oli berfungsi untuk menyaring kotoran pada minyak pelumas yang akan beredar ke seluruh komponen yang bergerak. Kebersihan oli yang bergerak kebagian-bagian mesin sangat diperlukan agar tidak menimbulkan kerusakan. Saringan oli dilengkapi dengan katup by pass yang berguna untuk memperlancar sirkulasi minyak pelumas apabila terjadi penyumbatan pada saringan. Minyak pelumas yang masuk kedalam rumah pompa mengalir melalui tepi elemen penyaringan dan keluar dari rumah pompa melalui tengah elemen penyaringan, dengan demikian jika oli yang melewati eleme penyaringan kotor maka kotorannya akan menempel pada elemen penyaringan. Pada system pelumasan penyaringanminyak pelumas dapat dibedakan menjadi dua macan yaitu

1) Sistem penyaringan sebagian (partial flow filtering)

2) Sistem penyaringan penuh (full flow filtering)

2.3.4 Sistem Pendingin

Pembakaran bahan bakar didalam silinder menghasilkan panas yang tinggi. Jika tidak dilakukan pendinginan maka temperatur setiap bagian terutama bagian silinder akan naik. Adapun prinsip kerja dari sistem pendingin sebagai berikut Air dari radiator disedot atau dipompa oleh water pump melaliu selang bawah, kemudian masuk kesilinder blok melalui mantel air kemudian naik ke cylinder blok dan air akan menjadi panas, kemudian air masuk ke bak radiator atas lalu turun lewat pipa-pipa dan dihembus oleh angin (kipas angin) sehingga dingin kemudian masuk kemesin kembali lalu ke cylinder blok dan seterusnya kembali ke radiator. Fungsi pendinginan disini adalah agar mesin tetap berjalan terus menerus tanpa mengalami gangguan panas.

Sirkulasi pendinginan Air pada Enggine dapat dilihat seperti gambar :

Engine dalam keadaan dingin Engine dalam keadaan panas

Gambar 2. 12 sirkulasi air pendingin

a) Jaket air (mantel air)

Merupakan suatu ruangan yang mengelilingi silinder dan ruang bakar yang berisi air mengalir guna mengambil panas dari logam atau metal disekitarnya.

b) Pompa air (water pump)

Berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin dari radiator ke mantel air, pada umumnya pompa yang digunakan hádala pompa jenis sentrifugal yang ditempatkan dibagian depan blok silinder dan digerakkan oleh tali kipas.

c) Radiator

Berfungsi untuk menurunkan temperatura air pendingin yang telah menjadi panas estela melewati mantel air. Bagian-bagian pkok dari sebuah radiador hádala tanki atas, inti radiador (sirip-sirip), tangki bawah, dan tutup radiator tempat pendinginan air yang berasal dari cylinder blok dengan dibantu kipas. Radiador terdiri dari 2 bak air bak air atas dan bak air bawah,dihubungkan oleh pipa-pipa tipis yang dibuat dari tembaga dan dikelilingi oleh sirip-sirip.

Gambar 2.13 Radiator

d) Termostat

Adalah alat semacam katup yang membuka dan menutup secara otomatis sesuai dengan temperatur air pendingin. Fungsinya hádala untuk mempercepat tercapainya suhu kerja mesin. Termostat dipasang pada saluran yang akan menuju ke radiador dari mantel air, temperatur air pendingin ideal untuk operasi mesin hádala sekitar 80°C - 90°C. apabila temperatur air pendingin kurang dari 80°C katup termostat menutup sehingga air pendingn tidak dapat masuk kedalam radiator,tetapi kembali kedalam mantel air melalui saluran by pass. Apabila temperatur meningkat katup akan terbuka,sehingga air pendingin akan bersirkulasi masuk dalam radiator.

Gambar 2.14 Thermostat

e) Kipas pendingin

Kipas pendingin gunanya untuk mempercepat dinginnya air didalam radiator yang ditempatkan dibelakang radiator. Kipas pendingin yang digerakkan oleh tali kipas kecepatan putarannya tergantung dari putaran mesin, semaklin tinggi putaran mesin semakin kencang pula kipas itu berputar.

BAB III

KESELAMATAN KERJA

Keselamata kerja adalah hal yang sangat penting sekali dalam melakukan praktikum dibengkel,karena keselamatan kerja ini sangat mempengaruhi sekali bagi keselamatan mekanik maupun keselamatan orang lain.

Secara garis besar keselamatan kerja dikelompokan menjadi 3 kelompk besar yaitu :

  1. keselamatan pekerja atau mekanik
  2. keselamatan mesin dan peralatan
  3. keselamatan lingkungan.

1. Keselamatan Pekerja atau Mekanik

a. Gunakan pakaian paktek lengkap dengan sepatu safety.

b. Berpraktek dengan serius dan hati – hati.

c. Tanyakan hal yang tidak dimengerti.

d. Bekerjalah dengan hati-hati dan jangan main-main dalam melakukan praktek

2. Keselamatan mesin dan peralatan

a. Gunakanlah peralatan sesuai dengan fungsinya.

b. Jangan meletakan komponen mesin dan peralatan disembarang tempat sewaktu praktek.

c. Bersihkan peralatan setelah selesai praktek.

d. Letakan kembali peralatan pada tempatnya.

e. Gunakanlah dan patuhilah prosedur pemakayan alat

3. Keselamatan Lingkungan

a. Bersihkan tempat praktek dari oli, air dan sampah yang berserakan.

b. Tempat kerja yang bersih memberikan motivasi dalam melaksanakan praktek.

BAB IV

MESIN DAN PERALATAN

4.1 Mesin

§ Engine bensin jenis kijang 4 K

4.2 Peralatan

Peralatan yang digunakan selama melaksankan praktek, yaitu :

· Kunci ring pas ( 1 set )

· Kunci pas (1 set)

· Kunci shocks ( 1 set )

· Kunci momen

· Obeng ( + dan - )

· Tang

· Tang spi

· Kunci stik atau kunci L ( 1 set )

· Treker

· Palu karet / plastik

· Plate ring

· Filler gauge

BAB V

LANGKAH KERJA

Sebelum melakukan pembongkaran tempatkan engine pada tempat yang bersih, terang, nyaman untuk bekerja, serta sediakan peralatan yang dibutuhkan.

5.1. Pembongkaran

v Buang air radiator dengan membuka keran pembuangan

v Keluarkan oli yang ada didalam mesin, dengan membuka baut yang ada pada bagian bawah karter oli

v Lepaskan radiator dan selang radiator yang terhubung ke engine

v Lepaskan dinamo stater

v Lepaskan pompa bahan bakar

v Lepaskan distributor dan koli serta cabut kabel tegangan tinggi menuju busi

v Buka tutup kap pengisi oli (oil filter cap)

v Lepas tutup kepala silinder (rocker cover)

v Buka gasket (rocker cover gasket)

v Lepaskan intake manifold dan exhaust monifold

v Lepas alternator

v Lepaskan fen pendingain

v Lepas pompa air (water pump)

v Lepaskan carter oli

v Buka cylinder had bol (dengan urutan pembukaan silang dari luar ke dalam)

v Lepaskan cylinder head gasket

v Lepas push rod

v Lepaskan enggine dari dudukannya dan tempatkan enggine pada posisi yang nyaman untuk melanjutkan pembongkaran

v Lepaskan puly crankshaft

v Lepaskan tutup timing chain

v Lepaskan timing chain

v Buka panci oli (oil pan)

v Lepas saringan oli (oil screen)

v Lepaskan connecting rood cap

v Keluarkan piston dari silinder blok

v Pasang kembali connecting rood cap setelah piston terlepas dari silinder (untuk menghindari terjadinya salah pemasangan connecing rood cap)

v Setelah ke 4 piston terbuka

v Lepaskan flywhell

v Lepaskan plat tempat kedudukan dynamo stater

v Lepaskan sheel oli setelah plat dudukan dynamo stater.

v Buka rumah metal tetap atau pengunci cranksdaft

v Lepaskan crankshaft dari dudukannya

Setelah pembongkaran selesai, maka perserta mengambil atau melihat beberapa data diantaranya :

a. Melihat dan mengetahui komponen-komponen dari enggine diesel tersebut

b. Bentuk ruang bakar engine disel

c. Mengukur diameter blok silinder

d. Melihat prinsip kerja dari pompa oli

5.2. Pemasangan

v Bersihkan semua komponen mesin sebelum dilakukan pemasangan kembali

v Pasang crankshaft kedudukannya, sebelum dipasang metal tetap diberi minyak pelumas terlebih dahlu, dan perhatikan pemasangan metal jangan sampai terbalik.

v Sambil dikunci pastikan crankshaft bias berputar dengan ringan, kekunatan kunci crankshaft 60 - 80 N

v Masukkan piston kedalam cylinder block dengan menggunakan bantuan tracker, sebelumnya lumasi piston dan ring piston menggunakan oli, atur posisi celah ring piston,celah ring piston harus bersilangan antara ring yang satu dengan ring yang lainnya, arah panah pada piston menghadap ke bagian depan engine.

v Pasang connecting rood cap, pastikan bearing locking notches arahnya sama. Pengencangan baut connecting rood cap berkisar antara 45 – 60 N

v Setelah piston terpasang satu, putar kembali crankshaft untuk memastikan putaran tetap ringan setelah dilakukan pemasangan piston, jika putaran sedikit terasa berat, lumasi bagian metal jalan dan metal tetap pada crank shaft.

v Lakukan cara diatas untuk pemasangan piston selanjutnya.

v Pasang saringan oli (oil screen)

v Pasang sheel oli setelah plat dudukan dynamo stater.

v Pasang kembali kartel oli ( oil pan)

v Pasang plat tempat kedudukan dynamo stater

v Pasang kembali flywheel

v Pasang timing chain, posisi pemasangan tanda pada rantai, tanda pada crankshaft, tanda pada timing gear hasus sejajar atau satu garis antara ketiganya dan melewati titik sumbu crankshaft.

v Pasang tutup timing chain

v Pasang puly cfankshaft

v Pasang kembali engine kedudukannya

v Pasang kembali filter oli

v Pasang cylinder head gasket

v Pasang valve lifter, pemasangan jangan sampai terbalik, lubang lifter menghadap keatas

v Masukkan kembali push rod sesuai urutan awalnya

v Pasang cylinder head, (dengan urutan pengencangan baut secara silang dari dalam keluar), disaaat pemasangan pastikan push rod benar-benar pada posisinya, beban pengencangan 40 – 60 N

v Pasang kembali Exhaust monifold dan Intake monifold, waktu pemasangan kencangkan terlebih dahulu baut yang bagian atas untuk menghimdari terjadinya patah pada bagian intake dan exhaust manifold.

v Pasang kembali pompa bahan bakar

v Pasang water pump

v Pasang kembali cooling fan

v Pasag alternator dan pastikan V-belt terpasang dengan kekancangan yang pas

v Pasang radiator dan kelengkapannya (slang masuk dan slang buang dari engine)

v Atur kerenggangan katup untuk posisi awal/mesin dingin kerenggangan katup 0,25 mm untuk intake valve dan 0,30 untuk Exhaus valve.

v Pasang rocker cover gasket

v Pasang rocker cover dengan kekencangan baut 5-7 N

v Pastikan baut pembuangan oli terpasang, isikan oli melaluioil filter cup dengan kapasitas yang diijinkan oleh mesin.

v Pasang dinamo stater,

v Pasang koil

v Pasang distributor, sebelumnya tepastak posisi pada top satu, untuk memastikan topo satu, putar porros engkol, tepatkan tanda pada puly poros engkol dengan tanda nol yang ada pada bodi mesin, rasakan pada push rod katup dilinder satu, apabila kedua push rod intake dan exhaut bebas dari tekanan maka top sudah benar. Dengan menggunakan obeng ( - ) paskan tanda yang ada pada dudukan distributor sejajar dengan tanda titik yang ada di atasnya. Untuk memasukkan distributor, putar posisi kesejajaran poros distributor 10º ke sebelah kiri dari penepat yang ada pada penggerak distributor.

v Setelah distributor terpasang dengan tepat (posisi rotor mengarah pada busi silinder no 2), pasang kabel busi dengan urutan 1 – 3 – 4 -2. Pengencangan distributor jangan terlalu kencang.

v Hubungkan kabel negative dari distributor ke koil, dan pasang kabel positive koil dari baterai.

v Hubungkan kabel negative dan positive dari aki ke dinamo stater, hubungkan juga kabel positive sumber arus kontak ke bateray.

v Pastikan posisi kontak dalam keadaan on, untuk memastikan kebenaran pengapian putar distributor hingga koil memercikan bunga api, setelah itu kunci kembali distributor.

v Pastikan oli, air dan kelengkapan lainnya sudah komplit terpasamh.

v Enggine siap dicoba untuk dihidupkan.

5.3. Analisa gangguan pada engine bensin

1. Bahan bakar tidak masuk karburator

Ø Gejala : - mesin tidak mau dihidupkan

- dipancing dengan menggunakan minyak pada karburator, mesin hidup tetapi mati kembali kehabidan bahan bakar

Ø Penyebab : - minyak habis

- Terjadinya kebocoran di selang minyak sehingga pompa minyak tidak berfungsi dengan baik

- Selang minyak tersumbat oleh kotoran

- Pompa minyak tidak berfungsi lagi sehingga minyak tidak bida masuk kekarburator

Ø Solusi : - Pastikan minyak dalam tanki terisi

- Buka saluran minyak kekarburator, star mesin

tuk memastikan minyak dipompakan atau tidak oleh pompa minyak, sekaligus tuk membuang kotoran jika ada kotoran yang menyumbat dalam saluran minyak.

- Jika tidak mau hidup juga, bersihkan karburator.

2. Suara abnormal

Ø Gejala : - Mesin merepet sewaktu dihidupkan

- Mesin tidak bias dihidupkan pada putaran ststioner

Ø Penyebab : Pengapian tidak tepat

Ø Solusi : - Pastikan posisi kabel tegangan tinggi

distributor benar dengan urutan pengapian1 – 3 – 4 - 2 benar-benar sesuai

- Pastikan posisi platina pas, untuk memastikannya kita bisa memutar distributor dengan perlahan-lahan dengan memperhatikan perubahan suara yang ditimbulkan mesin.

- Pastikan semua busi dalam keadaan baik.

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Dari bab-bab sebelumnya dapat penulis simpulkan sebagai berikut:

a) Agar mesin dapat bekerja dengan baik pada kondisi operasi, maka persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :

Ø Tekanan kompresi tinggi

Ø Waktu pengapian dan gerakan piston disaat kompresi benar-benar pas, yaitu 8 derajat ebelum TMA

Ø Campuran bahan bakar dan udara haus tepat.

b) Pemasangan ring piston pasisinya bersilang hal ini untuk menghindarkan terjadinya kebocoran pada saat kompresi.

c) Ring kompresi selain perapat piston dengan silinder juga membantu piston pada waktu langkah kompresi agar maksimal.

d) Ring piston dibuat renggang selain tidak patah waktu terjadi pemuaian juga tidak menggores dinding slinder.

e) Kerenggangan ring piston telah ditentukan sebelumnya yaitu antara 0,2 – 0,5 mm.

f) Perhatikan seluruh tanda yang ada pada komponen-komponen mesin pada saat pembongkara dan pemasangan agar tiodak terjadi kesalahan dan kebocoran pada saat kompresi.

g) Penempatan tanda ataupun angka yang sama pada timing sangat penting sekali dalam pemasangan engine.

h) Penyetelan katup yang sesuai denga kerenggangan yang diijinkan sangat mempengaruhi sekali tenaga dan kualitas suara dari mesin tersebut

i) Penyetelan platina yang baik sangat mempengaruhi pengapian dan kondisi suara dari mesin

j) Kondisi busi yang sama antara busi yang satu dengan yang lainnya, juga mempengaruhi dari keadaan mesin

6.2 Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan dalam melakukan praktek pada kali ini adalah sebagai berikut:

a. Laksanakan praktek dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi.

b. Peserta praktek hendaknya mengerti dan mengetahui bagian-bagian komponen engine.

c. Peserta harus memperhatikan tanda-tanda khusus dalam pemasangan.

d. Bacalah petunjuk sebelum praktek dilaksanakan mengenai alat atau mesin yang akan dikerjakan.

e. Jagalah selalu peralatan yang digunakan dengan baik.

f. Jika ada kendala konsultasi langsung pada instruktur.

DAFTAR PUSTAKA

Darmanto, 1994, otomotif mesin tenaga, jakarta, departemen pendidikan dan kebudayaan,

Tim Penyusun Course Note, 2007, Perawatan dan Perbaikan Mesin-Mesin Industri, Politeknik Universitas Andalas, Padang.

Sucahyo. Banbang., darmanto dan soemarsono, 1997, otomotif Mesin Tenaga,Tiga Serangkai, jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar